Pilihan Hakim Ziyech Tidak Salah Menjadi Timnas Maroko
Berita Bola

Pilihan Hakim Ziyech Tidak Salah Menjadi Timnas Maroko

Rusworldcup – Pilihan Hakim Ziyech Tidak Salah Menjadi Timnas Maroko. “Kamu bodoh, lebih memilih masuk ke tim Maroko padahal dirimu berpeluang besar dalam timnas Belanda”. Kalimat tersebut terucap dari seorang legenda di lapangan hijaunya De Oranje yakni Marco Van Basten. Kalimat tersebut disasarkan Van Basten kepada Hakim Ziyech yang kala itu menolak tawaran untuk bermain dalam timnas Belanda.

 

Peristiwa tersebut terjadi di tahun 2015. Hakim Ziyech yang kala itu tampil secara apik bersama rekan se-timnya di Twente, dan dia berhasil hadiahkan 17 gol untuk Twente FC dari pertandingan sebanyak 33 kali. Ziyech mendapatkan panggilan untuk beraksi di laga perdananya dalam tim senior Negara kincir angin.

 

Hakim Ziyech sudah pernah pula mencicipi caps saat dia berada di U-19 sampai U-21 De Oranje. Dengan prestasinya, tentunya banyak orang yang tak menyangka kalau pilihan Hakim Ziyech justru mantap memutuskan menolak panggilan bergabung dalam timnas Belanda. Sontak, keputusan Ziyech itu langsung menggemparkan persepak bolaan Belanda.

 

Saat itu terdapat banyak pemain imigran justru berharap bisa tampil membela Belanda, yang pada waktu itu sedang dihuni cukup banyak pemain berkelas dunia. Namun Hakim Ziyech malah mengambil langkah berbeda dengan risiko yang cukup besar, pilihan Hakim Ziyech yakni menerima panggilan dari tim nasional yang kala itu hanya mampu berjaya pada tingkatan kontinental saja. Bahkan Maroko kala itu tampak mustahil untuk tembus di ajang Piala Dunia 2018.

 

Apakah yang ada dalam benak Hakim Ziyech kala itu? Ternyata jawaban Ziyech sangat menyentuh hati. Sebagaimana yang ia ungkapkan pada FOXSports Netherlands, bahwa Federasi persepak bolaan Maroko sudah mendekati dirinya selama bertahun-tahun. Ziyech memang lahir di Belanda, tetapi asal muasal orangtua dan keluarga Ziyech ialah dari Maroko. Hakim Ziyech tidak mau melupakan darimana ia berasal. Bahkan nama Hakim Ziyech pun sangat berbau Negara Maroko.

 

Ternyata terdapat alasan lainnya pula dibalik keputusan pilihan Hakim Ziyech saat itu. Dikabarkan Basten yang waktu itu masih bertugas menangani tim nasional Belanda, tidak punya jalinan hubungan akrab dengan Hakim Ziyech. Oleh karena itu pula, pemain yang lahir tanggal 19 Maret 1993 tersebut semakin mantap menolak mengenakan jersey berwarna jingga.

 

Walaupun tidak dipungkiri Liga Belanda merupakan tempat Ziyech mengawali karier juniornya yang mentereng. FOX Sports Netherlands, Hakim Ziyech menceritakan awal kres dirinya dengan Marco Van Basten, yang terjadi disaat van Basten menjadi pelatih Heerenven, bertepatan pula saat itu Ziyech baru mentas tim junior klub Heerenveen.

 

Van Basten sempat akan meminjamkan Ziyech di musim pertandingan pertamanya, lalu Van Basten mengumbar berbagai janji. Setelah itu, entah mengapa Van Basten tak berbicara lagi kepada Ziyech, semua tanpa alasan jelas. Semusim setelah itu, tawaran menarik datang dari klub Twente. Aksi Ziyech saat bernaung di bawah klub Twente semakin memukau. Lalu disaat bersamaan pula, van Basten tak memperpanjang kontrak Ziyech bersama Heerenven.

 

Menurut pendapat Hakim Ziyech, Marko Van Basten memang legenda bagi De Oranje, tapi sayangnya ia bukanlah pelatih bagus. Alhasil pilihan Hakim Ziyech untuk bergabung dalam timnas Maroko adalah keputusan bagus. sebab ternyata dalam Piala Dunia musim 2018 yang akan datang, De Oranje masuk dalam daftar 4 negara besar yang gagal bermain di lapangan hijau World Cup. Pasukan Belanda hanya bisa duduk di bangku penonton.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *